SMA PANGUDI LUHUR ST. VINCENTIUS GIRIWOYO
SMA Pangudi Luhur St. Vincentius Giriwoyo - Desa Sejati, Giriwoyo, Wonogiri - Indonesia 57675  Telp. 082892210187
Kamis, 21 September 2017  - 1 User Online  
BERANDAPPDB ONLINEBUKU TAMUHUBUNGI KAMI 



PROFIL
BRAND IMAGE SMA PANGUDI LUHUR St. VINCENTIUS GIRIWOYO

 

BRAND IMAGE SMA PANGUDI LUHUR 

SANTO VINCENTIUS GIRIWOYO

(DISIPLIN, BERKARAKTER, BERPRESTASI)

A.  DISIPLIN.    


1.  Pengertian 

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “disiplin” memiliki dua makna, yaitu 1) tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb.) 2) ketaatan (kepatuhan) pada peraturan (tata tertib, dsb). Ketaatan terhadap peraturan tersebut dilakukan dengan sadar dan sengaja untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan begitu, disiplin berarti ketaatan atau kepatuhan terhadap peraturan atau tata tertib untuk mencapai tujuan tertentu.

     Dalam sejarah inspirator dan pendiri kongregasi FIC, disiplin merupakan pilihan sikap yang disadari sebagai tuntunan Roh Kudus yang menggerakkan dan mewarnai seluruh hidup dan karyanya. Santo Vincentius a Paulo memilih mendisiplinkan umat Paroki Clichy menerima sakramen ekaristi dan sakramen tobat. Pilihan ini didasarkan pada tujuan untuk membangun kembali kehidupan rohani umat yang pada saat itu telah runtuh sampai pada tingkat yang paling dasar.

    Demikian pula Mgr. Ludovicus Rutten. Kehidupan masa kecil pendiri kongregasi ini memperlihatkan dua warna yang berbeda. Pada akhir tahun pertamanya di Sekolah Latin di Maastricht, dia menerima hadiah pertama atas prestasi belajar yang diraihnya. Prestasi itu diraih berkat ketaatannya dalam belajar. Namun, pada tahun kedua ketaatan itu mulai kendur karena dia mulai tidak tertarik dengan sekolahnya. Akibatnya, dia hanya menerima hadiah kedua. Akhirnya, pada tahun ketiga dia sama sekali tidak mendapatkan hadiah karena kedisiplinannya sama sekali hancur.

    Bruder Bernardus Hoecken, pemimpin pertama Kongregasi FIC, memiliki pengalaman luar biasa dalam hal ketaatan. Saat mengikuti pendidikan calon bruder di bruderan Karitas, dia mengalami godaan yang amat berat. Para bruder Karitas tidak menerima dia. Pendidikan yang diterima pun kurang memadai. Dia tidak mendapatkan bimbingan rohani yang cukup. Namun, kondisi itu tidak membuat Bruder Bernardus Hoecken kehilangan setitik pun ketaatannya pada kongregasi.

     Dari tiga tokoh di atas tampak bahwa disiplin merupakan sikap hidup yang sengaja dipilih di bawah bimbingan Roh Kudus untuk mencapai tujuan tertentu. Maka, dalam kaitannya dengan pendidikan di SMA Pangudi Luhur St. Vincentius Giriwoyo, disiplin berarti ketaatan atau kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, sebagai pilihan sadar di bawah bimbingan Roh Kudus, demi tercapainya tujuan belajar.

 2. Indikator Disiplin

  1. Adanya kesadaran bahwa disiplin merupakan pilihan hidup di bawah bimbingan Roh Kudus.
  2. Patuh atau taat terhadap peraturan sekolah yang tertulis maupun norma-norma hidup bersama yang tidak tertulis.
  3. Melaksanakan tugas atau kegiatan sesuai dengan waktu yang ditentukan atau tepat waktu.
  4. Mampu melaksanakan tugas atau kegiatan secara mandiri.
  5. Bertanggung jawab terhadap perbuatan, tugas, atau kegiatan yang dilakukan.

3. Bentuk Perilaku Disiplin

a. Disiplin waktu

    Menggunakan waktu sesuai dengan peruntukannya; tidak membuang-buang waktu untuk kegiatan yang tidak berguna; melaksanakan tugas atau mengumpulkan tugas tepat waktu; tidak menunda-nunda pekerjaan.

b. Disiplin tugas

    Melaksanakan tugas secara kreatif, penuh tanggung jawab, dan tepat seperti yang diinginkan pemberi tugas; mengerjakan tugas secara utuh, lengkap, dan rapi.

c. Disiplin administrasi

    Memiliki administrasi lengkap. Kepala sekolah dan stafnya, guru, karyawan, hingga petugas keamanan memiliki administrasi lengkap sesuai dengan bidang masing-masing. Para siswa memiliki buku catatan mata pelajaran dan buku-buku tugas yang dibutuhkan. OSIS, Pramuka, dan kegiatan pengembangan diri lainnya memiliki administrasi kegiatan yang dibutuhkan.

d. Disiplin sikap dan tindakan

    Taat atau patuh kepada guru, wali kelas, kepala sekolah dan staf; taat atau patuh kepada seluruh peraturan dan tata tertib sekolah; mengenakan seragam lengkap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan; berpenampilan rapi, bersih, dan bersahaja; bersikap sopan dan bertutur kata baik (tidak mengumpat atau memaki siapa pun); Dengan sadar melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing pada saat yang ditentukan.

B.  BERKARAKTER


1.  Pengertian Umum

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “karakter” berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Selanjutnya, kamus itu menjelaskan bahwa “berkarakter” berarti mempunyai tabiat, mempunyai kepribadian, atau mempunyai watak.

    Santo Vincentius a Paulo, inspirator Kongregasi FIC, merupakan sosok yang berkarakter atau berkepribadian kuat. Dia adalah orang yang cerdas namun tetap rendah hati; berkarisma dan mampu meluluhkan hati orang sekeras apa pun, namun berbelas kasih kepada orang miskin. Karakter yang kuat itu tumbuh karena Santo Vincentius selalu bersandar pada penyelenggaraan Illahi melalui devosi kepada Bunda Maria.

     Dua ratus tahun kemudian, lahir tokoh pendiri Kongregasi FIC, Mgr. Ludovicus Rutten. Tokoh dengan kepribadian kuat: ulet, tekun, tangguh, dan yang lebih penting adalah perhatiannya kepada anak-anak miskin. Untuk merekalah kongregasi FIC didirikan. Dia selalu menyerahkan karyanya bagi anak-anak miskin pada penyelenggaraan Illahi melalui devosi kepada Bunda Maria.

    Melalui Bruder Bernardus Hoecken dapat dipelajari sebuah karakter yang berbeda dari dua tokoh di atas, tetapi memiliki kekuatan yang sama. Kekuatan karakternya teruji ketika dia bersama van Weert berhasil menyelesaikan pendidikannya di Kongregasi Bruder Karitas, padahal pendahulunya, Fransiskus Donkers meninggal dunia karena tidak kuat melawan “cobaan” di biara itu. Selanjutnya, ketika berkarya bersama Mgr. Rutten, van weert keluar dari biara, sedang Bruder Bernardus Hoecken terus bertahan. Bahkan, Dialah yang kemudian ditunjuk sebagai pemimpin pertama Kongregasi Bruder FIC. Yang membuat Bruder Bernardus bertahan hingga akhir hayatnya adalah kecintaannya kepada anak-anak miskin sehingga dia mendedikasikan seluruh hidupnya demi mereka. Dalam mewujudkan dedikasinya itu Bruder Bernardus selalu memandang penting konstitusi (aturan hidup para bruder) yang disusun bersama dalam terang Roh Kudus sendiri dan di bawah perlindungan Bunda Maria.

     Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud “berkarakter” menurut tradisi SMA Pangudi Luhur St. Vincentius Giriwoyo adalah memiliki kepribadian kuat, yang terpancar karena terang Roh Kudus, seturut teladan Bunda Maria.

 2.  Indikator Berkarakter

  1. Memiliki iman kepada Tuhan
  2. Memiliki kasih kepada sesama dan lingkungan hidup
  3. Memiliki komitmen, dedikasi, dan integritas
  4. Memiliki motivasi, berjiwa inovatif, dinamis, dan kreatif, namun tetap bermoral
  5. Berwawasan ke depan, berjiwa kompetetif, dan berdaya juang yang tinggi

3. Bentuk Perilaku Berkarakter

  1. Rajin beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
  2. Bersahabat dengan siapa pun tanpa membedakan suku, ras, golongan, agama.
  3. Terlibat dalam upaya melestarikan lingkungan hidup
  4. Setia, penuh pengabdian dan jujur
  5. Selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup dengan belajar mengembangkan diri.
  6. Berani membangun kerja sama dengan siapapun untuk mencapai cita-cita di masa depan dengan cara-cara yang bermoral dan bermartabat

 

C.    BERPRESTASI

1.    Pengertian Umum

      Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa “prestasi” berarti hasil yang telah dicapai dari sesuatu yang telah dikerjakan atau dilakukan. Selanjutnya, kamus tersebut menjelaskan dua macam prestasi, yaitu prestasi akademis dan prestasi belajar. Prestasi akademis adalah hasil yang telah dicapai dari kegiatan belajar di sekolah atau perguruan tinggi, biasanya menyangkut segi kognitif, diukur dengan penilaian. Sedangkan prestasi belajar berarti penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan angka atau nilai tes yang diberikan oleh guru.

    Menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas dalam buku “Rancangan Penilaian Hasil Belajar”, penilaian mencakup aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Aspek kognitif merupakan kemampuan berpikir yang menyangkut pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Aspek psikomotor merupakan kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan. Sedangkan afektif merupakan aspek yang menyangkut sikap, minat, dan nilai-nilai yang dianut siswa.

     Oleh karena itu, berkaitan dengan pendidikan di SMA Pangudi Luhur St. Vincentius Giriwoyo, yang dimaksud dengan berprestasi adalah sebuah upaya menciptakan budaya “The Winner”, yaitu berjuang mencapai hasil setinggi-tingginya dalam kegiatan pembelajaran, yang mencakup aspek kognitif, psikomotor, maupun afektif.

 

2.   Indikator Berprestasi

  1. Kualitas akademis semakin meningkat
  2. Keterampilan olah raga dan seni semakin meningkat
  3. Sikap dan perilaku warga sekolah semakin profesional
  4. Budaya belajar semakin tumbuh dan berkembang

3.  Prestasi Belajar

  1. Selalu terakreditasi A
  2. Memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu dan memuaskan ”pelanggan”.
  3. Peningkatan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
  4. Jumlah peserta remidi setiap ulangan semakin menurun
  5. Naik kelas 100% tanpa remidiasi
  6. Lulus 100% dengan nilai rata-rata + 0,50 dari standar nasional
  7. Meraih kejuaraan di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun nasional, dalam bidang akademis, olah raga, dan seni
  8. Lulusan diterima di perguruan tinggi favorit
  9. Lulusan terserap dalam dunia kerja atau berwirausaha dengan keterampilan memadai

D.    OUTPUT SMA PANGUDI LUHUR St. VINCENTIUS GIRIWOYO

     Ciri khas lulusan SMA Pangudi Luhur St. Vincentius Giriwoyo adalah sosok manusia muda yang  disiplin, memiliki komitmen, dedikasi dan integritas namun senantiasa menyandarkan diri pada penyelenggaraan Illahi sehingga mampu meraih prestasi secara jujur dan bermartabat.

 

 






^:^ : IP 54.198.54.142 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR ST. VINCENTIUS GIRIWOYO
 © 2017  http://smaplgio.pangudiluhur.org/